Senin, 14 Mei 2012

Makalah Meningokel


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur
bayi yang timbul sejak kehidupan hasiI konsepsi sel telur. Kelainan kongenitaldapat merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematiansegera setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannyasering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat, hal ini seakan-akan merupakan suatu seleksi alam terhadap kelangsungan hidup bayi yangdilahirkan. Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenitaI besar, umumnyaakan dilahirkan sebagai bayi berat lahir rendah bahkan sering pula sebagai  bayi kecil untuk masa kehamilannya. Bayi berat lahir rendah dengan kelainankongenital berat, kira-kira 20% meninggal dalam minggu pertamakehidupannya. Disamping pemeriksaan fisik, radiologik dan laboratorik untuk menegakkan diagnose kelainan kongenital setelah bayi lahir, dikenal pulaadanya diagnosisi pre/- ante natal kelainan kongenital dengan beberapa cara pemeriksaan tertentu misalnya pemeriksaan ultrasonografi, pemeriksaan air ketuban dan darah janin.
          Penyebab langsung kelainan kongenital sering kali sukar diketahui.Pertumbuhan embrional dan fetal dipengaruhi oleh berbagai faktor sepertifaktor genetik, faktor lingkungan atau kedua faktor secara bersamaan.Banyak kelainan kongenital yang tidak diketahui penyebabnya. Faktor  janinnya sendiri dan faktor lingkungan hidup janin diduga dapat menjadifaktor penyebabnya. Masalah sosial, hipoksia, hipotermia, atau hipertermiadiduga dapat menjadi faktor penyebabnya. Seringkali penyebab kelainankongenitai tidak diketahui.Salah satu kelainan kongenital yang sering terjadi adalah Biasanya terletak di garis tengah. Meningokel biasanya terdapat didaerah servikal atau daerah torakal sebelah atas. Kantong hanya berisi selaputotak,
 
sedangkan korda tetap dalam korda spinalis (dalam durameter tidak terdapat saraf).
B. Rumusan Masalah
1.     Apa pengertian dari meningokel?

2.     Apa etiologi dari maningokel?

3.     Apa tanda dan gejala dari meningokel?

4.     Bagaimana patofisiologi dari meningokel?

5.     Bagaimana cara penatalaksanaan terhadap meningokel


C. Tujuan

1.     Untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita.

2.     Untuk mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan meningokel dandapat memberikan asuhan yang sesuai.


 
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
    Meningokel merupakan benjolan berbentuk kista di garis tengah tulang belakang yang umumnya terdapat di daerah lumbosakral. Lapisan meningeal berupa durameter dan araknoid menonjol sebagai kista keluar kanalis vertebralis,sedangkan medula spinalis masih di tempat yang normal. Benjolan ditutupdengan membran tipis yang semitransparan berwarna kebiruan atau terkadangditutupi oleh kulit yang dapat menunjukkan hipertrikosis atau sebagai nevus.Pada transiluminasi tidak terlihat jaringan saraf pusat di dinding benjolan. Fungsitungkai bawah biasanya masih normal, hanya terkadang disertai adanyagangguan.

      Meningokel merupakan kelainan kongenital SSP yang paling sering terjadi.Biasanya terletak di garis tengah. Meningokel biasanya terdapat di daerahservikal atau daerah torakal sebelah atas. Kantong hanya berisi selaput otak,sedangkan korda tetap dalam korda spinalis (dalam durameter tidak terdapatsaraf). Tidak terdapat gangguan sensorik dan motorik. Bayi akan menjadi normal sesudah operasi.

B.Etiologi
     Penyebab spesifik dari meningokel atau spina bifida belum diketahui.Banyak faktor seperti keturunan dan lingkungan diduga terlibat dalam terjadinyadefek ini.Tuba neural umumnya lengkap empat minggu setelah konsepsi. Hal-hal berikut ini telah ditetapkan sebagai faktor penyebab; kadar vitamin maternalrendah, termasuk asam folat, mengonsumsi klomifen dan asam valfroat, danhipertermia selama kehamilan. Diperkirakan hampir 50% defek tuba neural dapatdicegah jika wanita bersangkutan meminum vitamin-vitamin prakonsepsitermasuk asam folat.

      Kelainan kongenital SSP yang paling sering dan penting ialah defek tabung neural yang terjadi pada 3-4 per 100.000 lahir hidup. Bermacam-macam penyebab yang berat menentukan morbiditas dan mortalitas, tetapi banyak dari abnormalitas ini mempunyai makna klinis yang kecil dan hanyadapat dideteksi pada kehidupan lanjut yang ditemukan secara kebetulan.

C.Gambaran klinis
    Akibat spina bifida, terjadi sejumlah disfungsi tertentu pada rangka, kulitdan saluran genitourinari, tetapi tergantung pada bagian medulla spinalis yangterkena. Pada meningokel dapat ditemukan:
1.     Kantong herniasi CSS yang dapat dilihat pada daerah lumbosakral.
2.     Hidrosefalus.
 
D.Patofisiologi
   Ada dua jenis kegagalan penyatuan lamina vertebrata dan kolumna spinalisyaitu spina bifida okulta dan spina bifida sistika.Spina bifida okulta adalah defek penutupan dengan meningen tidak terpajan di permukaan kulit. Defek vertebralnya kecil, umumnya pada daerah lumbosakral.
     Spina bifida sistika adalah defek penutupan yang menyebabkan penonjolanmedula spinalis dan pembungkusnya. Meningokel adalah penonjolan yang terdiridari meninges dan sebuah kantong berisi cairan serebrospinal (CSS): penonjolanini tertutup kulit biasa. Tidak ada kelainan neurologi, dan medulla spinalis tidak terkena. Hidrosefalus terdapat pada 20% kasus spina bifida sistika. Meningokelumumnya terdapat pada lumbosakral atau sacral. Hidrosefalus terdapat padahampir semua anak yang menderita spina bifida (85% sampai 90%), kira-kira60% sampai 70% tersebut memiliki IQ normal.Banyak ahli percaya bahwa defek primer pada NTD (neural tube defect)merupakan kegagalan penutupan tuba neural selama perkembangan awal embrio.Akan tetapi, ada bukti bahwa defek ini merupakan akibat dari pemisahan tubaneural yang sudah menutup karena peningkatan abnormal tekanan cairanserebrospinal selama trimester pertama.





E.Gejala
   Beberapa anak memiliki gejala ringan atau tanpa gejala,sedangkan yang lainnya mengalami kelumpuhan pada daerah yang persarafi oleh korda spinalis maupun akar saraf yang terkena.
Terdapat 3 jenis spina bifida yaitu:
a.     Spida bifida okulata,merupakan spina bifida yang paling ringan.Satu atau beberapa vertebra tidak terbentuk secara normal,tetapi korda spinalis dan selaputnya (meningens) tidak menonjol.
b.     Meningokel,yaitu meningens menonjol melalui vertebra yang tidak utuh dan teraba sebagai suatu benjolan berisi cairan di bawah kulit.
c.      Mielokel,merupakan jenis spina bifida yang paling berat,dimnana korda spinalis menonjol dan kulit diatasnya tampak kasar dan merah.
       Gejala dari spina bifida umumnya berupa penonjolan seperti kantung di punggung tengah sampai bawah pada bayi baru lahir,jika disinari kantung tersebut tidak tembus cahaya,kelumpuhan/kelemahan pada pinggul,tungkai atau kaki,penurunan sensasi,inkontensia uri (besar) maupaun inkontensia tinja,korda spinalis yang terkena rentan terhadap infeksi (meningitis).Gejala pada spina bifida okulata,adalah seberkas rambut pada daerah sacral (panggul bagian belakang),lekukan pada daerah sakrum.


F.Diagnosis
       Diagnosis spina bifida termasuk meningokel ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.Pada trimester pertama wanita hamil menjalani
pemeriksaan  darah yang disebut triple screen.Tes ini merupakan tes penyaringan untuk spina bifida,sindrom down,dan kelainan bawaan lainnya.Sebanyak 85% wanita yang mengandung bayi dengan spina bifida,akan memiliki kadar serum alfa petoproteinyang tinggi.Tes ini memiliki angka positif yang palsu positif tinggi,karena itu,jika hasilnya positif perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat diagnosis.Dilakukan USG yang biasanya dapat menemukan adanya spina bifida.Kadang-kadang dilakukan amniosentesis (analisa cairan ketuban).
      Setalah bayi lahir dilakukan pemeriksaan rontgen tulang belakang untuk menentukan luas dan lokasi kelainan,pemeriksaan USG tulang belakang bias menunjukan adanya kelainan pada korda spinalis maupaun vertebra,serta pemeriksaan CT-scan atau MRI tulang belakang kadang-kadang dilakukan untuk menentukan lokasi dan luasnya kelainan.

G.Pengobatan
        Tujuan dari pengobatan awal spina bifida termasuk meningokel adalah mengurangi kerusakan saraf akibat spina bifida,meminimalkan komplikasi (misalnya infeksi),serta membantu keluarga dalam menghadapi kelainan ini.Pembedahan dilakukan untuk menutup lubang yang terbentuk dan untuk mengobati hidrosefalus,kelainan ginjal dan kandung kemih serta kelainan bentuk fisik yang sering menyertai spina bifida.
        Terapi fisik dilakukan agar pergerakan sendi tetap terjaga dan untuk memperkuat fungsi otot.untuk mengobati atau mencegah meningitis,infeksi saluran kemih dan infeksi lainnya,diberikan antibiotic.Untuk membantu mempelancar aliran air kemih bias dilakukan penekanan lembut diatas kendung kemih.Pada kasus yang berat kadang harus dilakukan pemasangan kateter.Diet kaya serat dan program pelatihan buang air besar bias membantu membaiki fungsi saluran pencernaan.Untuk mengatasi gejala muskloskeletal ( otot dan kerangka tubuh) perlu campur tangan dari ortopedi ( bedah tulang) maupun terapi fisik.Kelainan saraf lainnya diobati sesuai dengan jenis dan luasnya gangguan fungsi yang terjadi.

H.Pengobatan
Risiko terjadinya spina bifida busa dikurangi dengan mengkonsumsi asam folat.Kekurangan asam folat pada seorang wanita harus dikoreksi sebelum wanita tersebut hamil,karena kelainan ini terjadi sangat dini.Kepada wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi asam folat sebanyak 0,4 mg/hari.Kebutuhan asam folat pada wanita hamil adalah 1 mg/hari.

I.Penatalaksanaan
a.     Sebelum dioperasi,bayi di  masukkan ke dalam incubator dengan kondisi tanpa baju.
b.     Bayi dalam posisi telungkup atau tidur jika kantongnya besar untuk mencegah infeksi.
c.      Berkolaborasi dengan dokter anak,ahli bedah,ahli ortopedi,dan ahli orologi,terutama unuk tindakan pembedahan,dengan sebelumnya melakukan informed consent dan informed choice pada keluarga.


 
                                                                                                BAB III             
Penutup
A. Kesimpulan
          Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur  bayi      yang timbul sejak kehidupan hasiI konsepsi sel telur. Kelainan kongenitaldapat  merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau  kematiansegera setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannyasering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat.Meningokel merupakan kelainan kongenital SSP yang paling seringterjadi. Biasanya terletak di garis tengah. Meningokel biasanya terdapat didaerah servikal atau daerah torakal sebelah atas. Kantong hanya berisi selaputotak, sedangkan korda tetap dalam korda spinalis (dalam durameter tidak terdapat saraf). Tidak terdapat gangguan sensorik dan motorik. Bayi akanmenjadi normal sesudah operasi.

B. Saran
      Deteksi dini dan pencegahan pada awal kehamilan dianjurkan untuk semua ibu yang telah melahirkan anak dengan gangguan ini dan dan pemeriksaan ditawarkan bagi semua wanita hamil.


 
DAFTAR PUSTAKA

1.     Cecila L. Betz & Linda A. Sowden.2002. Keperawatan Pediatri Edisi 3.EGC: Jakarta.

2.     Diane M. Fraser. Dkk. 2009 Myles Buku Ajar Kebidanan. EGC: Jakarta.

3.     Elizabet J. Corwin. 2000. Buku saku patofisiologi . EGC: Jakarta

4.     J.C.E. Underwood. 1999. Patologi Umum Dan Sistematik. Vol 2. EGC:Jakarta

5.     Linda Juall Carpenito-moyet. 2006.Buku saku diagnosis keperawatan Edisi10. EGC: Jakarta

6.     Marliynn E. Doengoes, Dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3.
           EGC: Jakarta























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar